Linkhuman errorNov 3, '05 10:36 PM
for everyone
Link: http://www.beritaiptek.com/pilihkolom.php?id=11

every now and then gotta write up something for briptek's perspective. this is my first shot.


25 CommentsChronological   Reverse   Threaded
kesha wrote on Nov 4, '05
artikelnya emang benar sekali loh mas Zulfikar, banyak sistem yg salah.

Saya beberapa kali pernah ikut2an mudik ke rumah mertua di Jawa Tengah pada saat Lebaran, tau persis kelakuan supir2 bus yang kejar setoran, banyak juga diantaranya bus PPD yg di pakai untuk keluar kota oleh pemerintah. Supir2 itu tidak ada istirahat sama sekali! Nonstop Jakarta - Jateng - Jakarta, 48 jam dijalan. Banyak juga yg mengkonsumsi obat2an dan narkotik.

Pada saat terjadi kemacetan sedikit saja, akan terjadi sampai berkilo2 meter, di sebabkan oleh karena sang supir pada waktu terkena macet, tertidur, shg tidak tahu kalau mobil yg di depannya sudah jalan, Polisi yg sibuk, naik motor kesana kemari membangunkan supir yg tertidur itu, soalnya yg tertidur bukan 1 bus aja, bisa ada beberapa, dan mobil yg di belakang bus tertidur itu, tidak tau kalo didepannya sudah lancar, karena tertutup bus yg besar... ck..ck.. yg terpikir saat itu... apa yg harus dilakukan si Polisi yg melihat keadaan supir yg semestinya sudah tidak layak mengendarai? Ternyata dibangunkan dan disuruh jalan lagi....

Kemacetan parah disepanjang Pantura yg biasa terjadi saat lebaran hanya karena hal supir tertidur.
robym wrote on Nov 4, '05
saya pikir ini langkah penting adanya tulisan rutin soal iptek dari orang yang memang ahlinya. dan juga tentu berguna bagi karir anda :)

usul: karena bakal rutin menulis. mungkin argumennnya jadi lebih jelas dan menarik jika ada contoh spesifik atau "data". misalnya diterangkan secara detail kenapa supir mengantuk bukan human error, diuraikan kenapa solusi di level individu tak akan memecahkan masalah dan solusi di level makro lebih tepat. argumennya dibangun. akan membantu kejelasan artikelnya, nggak semua orang mudah memahami konsep2 abstrak (atau jargon) seperti 'sistem sosioteknologis'.
fitrtanjuang wrote on Nov 4, '05
Iya, perlu penjelasan lagi..:). Tapi mungkin karena batas maksimal kolom aja sehingga belum disentuh.
Selamat jadi "muka" berita iptek bang...:)
republic wrote on Nov 4, '05
kesha said
artikelnya emang benar sekali loh mas Zulfikar, banyak sistem yg salah.
sebagai penggguna bis jakarta-bandung bertahun2, saya merasakan sendiri bagaimana semrawutnya sistem transportasi kita. setelah kecelakaan bis kramat jati yg terbakar di jagorawi tahun 96 itu, sampe skr saya tidak mau naik bis lagi, apalagai yg namanya kramat jati.
republic wrote on Nov 4, '05
robym said
usul: karena bakal rutin menulis. mungkin argumennnya jadi lebih jelas dan menarik jika ada contoh spesifik atau "data". misalnya diterangkan secara detail kenapa supir mengantuk bukan human error, diuraikan kenapa solusi di level individu tak akan memecahkan masalah dan solusi di level makro lebih tepat. argumennya dibangun. akan membantu kejelasan artikelnya, nggak semua orang mudah memahami konsep2 abstrak (atau jargon) seperti 'sistem sosioteknologis'.
makasih bos. bagusnya emang pake contoh spesifik, cuma dikejar deadline jadi gak sempat searching dulu. kalo jargon, tergantung audiensnnya. mungkin kalo briptek, sedikit jargon perlu biar keliatan keren....:)
republic wrote on Nov 4, '05
Selamat jadi "muka" berita iptek bang...:)
he he he.....jadi ketahuan dong ya tampang saya seperti apa sama anak2 istecs.
asnani wrote on Nov 4, '05
Congrats for the article.
Pak Sulfikar, kenapa yaa kalau Ari baca tulisan bapak, baik di email sekalipun, kok suka lamaaa nangkepnya. Ngga langsung nge-klik maksudnya apa.

Pak Sulfikar itu mengingatkan Ari dengan guru Fisika di SMA. Orangnya pinter banget, tapi Ari ampuuun deh kalau diterang'in sama beliau. Mungkin garis orbital pemahaman kita beda kali ya... :)

Rie-
republic wrote on Nov 4, '05
asnani said
Mungkin garis orbital pemahaman kita beda kali ya... :)
mungkin kali.....:)
republic wrote on Nov 4, '05
robym said
jadi lebih jelas dan menarik jika ada contoh spesifik atau "data"
drake4life wrote on Nov 5, '05
robym said
saya pikir ini langkah penting adanya tulisan rutin soal iptek dari orang yang memang ahlinya. dan juga tentu berguna bagi karir anda :)

usul: karena bakal rutin menulis. mungkin argumennnya jadi lebih jelas dan menarik jika ada contoh spesifik atau "data". misalnya diterangkan secara detail kenapa supir mengantuk bukan human error, diuraikan kenapa solusi di level individu tak akan memecahkan masalah dan solusi di level makro lebih tepat. argumennya dibangun. akan membantu kejelasan artikelnya, nggak semua orang mudah memahami konsep2 abstrak (atau jargon) seperti 'sistem sosioteknologis'.
hehehe..aspek kultur yg mempengaruhi penerapan teknologi udah diteliti..
Hehe..dan yg ga enakin, new IT technology yg bs beerhasil penerapannya d negara maju tidak bisa diterapkan d negara dunia ketiga kyk Thailand, Indonesia, dan sbgnya.. Mau requirements specification dah berhasil sehebat apapun ada satu faktor yg susah diubah..Budaya dan kultur penggunanya..
republic wrote on Nov 5, '05
ada satu faktor yg susah diubah..Budaya dan kultur penggunanya..
susah bukan berarti tidak bisa. banyak terjadi technological disasters di indonesia bukan karena masyarakat kita yang bodoh, tapi sistem teknolologi itu tidak di desain untuk mengantisipiasi kondisi sosial budaya itu. menggunakan teknologi tidak semata2 soal hitungan teknis ekonomis, tapi juga meliputi aspek hukum, disiplin prosedur, pengetahuan lokal, dll.

teknologi memang membutuhkan biaya ekonomi dan sosial yang tinggi. karena itu harus hati2 ketika memilih dan tidak karena faktor prestige atau kecanggihan.
esduren wrote on Nov 5, '05
saya jadi inget kutipan dari kata2 bung karno di sebuah buku (maaf lupa judulnya, sementara bukunya sudah disimpan di jkt): bahwa teknologi yg diajarkan di sekolah tingginya dulu itu adalah lebih utk kepentingan kolonial. jadi yg dipentingkan adalah pembangunan jalan2 dan jembatan2 utk mempermudah pengangkutan hasil bumi (ke luar pulau & luar negri), misalkan, bukannya teknologi pengembangan pertanian rakyat.

i wonder.. apakah pengembangan teknologi skg sudah lebih memihak ke kepentingan rakyat mayoritas?
fitrtanjuang wrote on Nov 5, '05
he he he.....jadi ketahuan dong ya tampang saya seperti apa sama anak2 istecs.
Nah, nanti kalau diajak jadi pembicara seminar apa di jepang, ajak2 aku jadi guidenya bang. Biaya ditanggung sana ya...:)
robym wrote on Nov 5, '05
Kegagalan teknologi merubah sistem sosial-budaya bukan hanya terjadi di negara terbelakang seperti Indonesia. Amerika adalah negara terkaya dan memiliki sistem teknologi tercanggih di dunia, tapi tetap Amerika berada di urutan ke 29 untuk life expectancy dan urutan ke 38 untuk infant mortality. Teknologi (dalam contoh disini teknologi kedokteran) tidak bisa membuat segalanya lebih baik.
republic wrote on Nov 5, '05
esduren said
apakah pengembangan teknologi skg sudah lebih memihak ke kepentingan rakyat mayoritas?
agak susah menjawab pertanyaan ini karena sangat tergantung definisi kepentingan rakyat mayoritas. waktu habibie membangun iptn, wacananya juga buat kepentingan rakyat banyak, tapi pada kenyataanya proyek iptn lebih banyak berorientasi ke kepentingan dan ambisi habibie.
republic wrote on Nov 5, '05
Nah, nanti kalau diajak jadi pembicara seminar apa di jepang, ajak2 aku jadi guidenya bang. Biaya ditanggung sana ya...:)
ha ha ha....boleh aja kalo istecs kasi sponsor
republic wrote on Nov 5, '05
robym said
Amerika adalah negara terkaya dan memiliki sistem teknologi tercanggih di dunia, tapi tetap Amerika berada di urutan ke 29 untuk life expectancy
bisa jadi karena 60% pengembangan iptek di amerika dialokasikan buat kepentingan militer.
robym wrote on Nov 5, '05
bisa jadi karena 60% pengembangan iptek di amerika dialokasikan buat kepentingan militer.
sepertinya ini lebih sbg contoh nyata kegagalan pemikiran 'technological determinism': teknologi nggak otomatis membawa ke perubahan sosial yang diinginkan.
tkmaia wrote on Nov 5, '05
Jadi mengingatkan saya pada supir2 taksi ngaco di new york city, human error atau sistim error? pokoknya naek taksi di new york itu penuh error. Kemaren aja baby non dot hampir kesermepet taksi , taksi seenaknya maju padahal baby non dot masih belum keluar dari taksi! Bandingkan dengan kenyamanan naek kereta subway di new york :)
esduren wrote on Nov 6, '05
tergantung definisi kepentingan rakyat mayoritas

saya nyoba ambil contoh yg gampang dulu: kepemilikan mobil pribadi. berapa persen jumlahnya dibandingkan pengguna kendaraan umum, terutama di kota2 padat penduduk? seharusnya kan infrastruktur transportasi umum yg makin diperbaiki kondisinya, dipermudah dan dipernyaman aksesnya. bukannya memanjakan mobil2 pribadi.
tapi sayangnya proyek2 ke arah perbaikan fasilitas umum malah mandeg terus, dan dalam pelaksanaannya jebol sana-sini. human error? atau masalah pilihan teknologi? policy?
republic wrote on Nov 6, '05
robym said
sepertinya ini lebih sbg contoh nyata kegagalan pemikiran 'technological determinism': teknologi nggak otomatis membawa ke perubahan sosial yang diinginkan.
cant agree more with you. the specter of technological determinism is everywhere.
republic wrote on Nov 6, '05
tkmaia said
pokoknya naek taksi di new york itu penuh error. Kemaren aja baby non dot hampir kesermepet taksi
aduh kasiahn banget. untung gak kejadian ya. tapi ada kota yang taksinya lebih error: bandung. udah gak pake ac juga gak pake argo. sebel banget....
republic wrote on Nov 6, '05
esduren said
tapi sayangnya proyek2 ke arah perbaikan fasilitas umum malah mandeg terus, dan dalam pelaksanaannya jebol sana-sini. human error? atau masalah pilihan teknologi? policy?
saya kira ini masalah policy. para policymaker kota kita masih dipengaruhi paradigma metropolitan: banyak gedung tinggi, banyak kendaraan, banyak mall. lupa bahwa kota adalah komunitas, bukan semata2 fisik.
sutops wrote on Nov 22, '05, edited on Nov 24, '05
sebagai penggguna bis jakarta-bandung bertahun2, saya merasakan sendiri bagaimana semrawutnya sistem transportasi kita. setelah kecelakaan bis kramat jati yg terbakar di jagorawi tahun 96 itu, sampe skr saya tidak mau naik bis lagi, apalagai yg namanya kramat jati.
sebagai penggguna bis (nyaris mingguan) bogor-bandung saya selalu berbekal palu di dlm ransel saya.
ada memang tulisan di kaca "pecahkan kaca dalam keadaan darurat". tp saya tdk pernah lihat atau menemukan alat pemecahnya. terus dipecahkan pakai apa? tenaga dalam?
tapi ndak papa kok. wong negara ini cukup dijalankan dengan simbol/semboyan. mungkin semboyannya yang cocok utk situasi ini spt "dengan semangat keselamatan tranportasi kita sukseskan gera'an memecahkan kaca dlm keadaan darurat". tdk perlu alat pemecahnya. cukup semboyannya saja...
tkmaia wrote on Nov 22, '05
sutops said
"pecahkan kaca dalam keadaan darurat'
variasi lain saya pernah lihat di bis di bali seingat saya 'dalam kecelakaan, pecahlah kaca'. Ya sepertinya memang banyak kaca yg pecah2 dalam kecelkaan ya, apa perlu diingatkan? :D
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help