Blog Entryepistemologi nasionalismeNov 4, '04 8:26 PM
for everyone
KETIKA Albert Einstein dinobatkan sebagai The Man of the Century oleh majalah Time edisi 31 Desember 1999, publik mungkin tidak terlalu heran. Sejarah abad ke-20 memang banyak dipengaruhi oleh pencapaian-pencapaian dalam sains, khususnya fisika modern, sebagai bentuk pencarian manusia atas hakikat alam. Abad ke-20 bukan hanya abad sains, tetapi juga abad nasionalisme. Periode akhir dari milenium kedua ini diwarnai oleh dua perang dunia yang menelan korban jutaan jiwa serta kerugian ekonomi dan sosial yang luar biasa akibat pertentangan antarkelompok manusia yang dibatasi oleh sebuah konsep bernama bangsa (nation) yang ditopang oleh ideologi nasionalisme. Nasionalisme merupakan sebuah penemuan sosial yang paling menakjubkan dalam perjalanan sejarah manusia...

berlanjut di sini


armanbelajar wrote on Jul 23, '05
Subhanallah, tulisan ini mencerahkan saya! Bukan hanya yang tertulis di sini, melainkan dari yang ada di Kompas itu. Nasionalisme itu ternyata penting. Merdeka!!!
republic wrote on Jul 24, '05
Subhanallah, tulisan ini mencerahkan saya! Bukan hanya yang tertulis di sini, melainkan dari yang ada di Kompas itu. Nasionalisme itu ternyata penting. Merdeka!!!
oh ya....? makasih udah mau baca.
armanbelajar wrote on Jul 24, '05
oh ya....? makasih udah mau baca.
Ya, ini menjadi pengetahuan baru bagi saya. Selama di Jepang, ternyata kita butuh rasa bangga terhadap bangsa sendiri walaupun negara dan bangsa kita saat ini sedang mengalami berbagai macam masalah. Ya, tentu saja saya mau baca tulisan anda karena saya pikir tulisan anda itu bermanfaat bagi saya.
republic wrote on Jul 24, '05
Selama di Jepang, ternyata kita butuh rasa bangga terhadap bangsa sendiri walaupun negara dan bangsa kita saat ini sedang mengalami berbagai macam masalah
situasi asing memang membuat seseorang sadar akan identitasnya. dan dari pengalaman saya orang indonesia itu cenderung lebih kuat ikatan identitasnya dibanding bangsa lain. makanya apapun yg terjadi di tanah air mereka mau kembali.
zakiakhmad wrote on Dec 30, '07
"Eko terpikat pada Claire Levin, putri induk semangnya yang Yahudi-Amerika. Usai sukses menempuh studi di Sunnybrook College, Connecticut, Amerika, Eko tersandung masa lalu ayahnya. Harimurti, ayah Eko, dipecat dari pekerjaannya karena dianggap terlibat G30S/PKI.

Perkawinan Eko dengan Yahudi Amerika, memicu perdebatan hangat. Akankah Eko tercerabut dari akarnya, keindonesiaan, kejawa-an, kepriyayian dan keislamannya?

Begitulah cuplikan kecil dari novel Umar Kayam, Jalan Menikung. Saya sendiri belum sempat membacanya dengan tuntas. Namun kiranya bisa menjadi bahan bacaan yang menarik juga, kala kita membincangkan soal nasionalisme.

Salam.
PS: Gaya tulisan di Kompas-nya bagus Mas Sul, tapi saya kesulitan menemukan struktur yang runut.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help